Total Tayangan Halaman

Senin, 26 September 2011

Information processing and consumer perceptions. Consumer Behavior Class. Tuesday Morning Departement Of Family And Consumer Sciences- College Of Human Ecology- Bogor Agricultural University. Lecture : Prof.DR.Ir Ujang Sumarwan, Msc.

Pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi ketika salah satu panca indra konsumen menerima input dalam bentuk stimulus. Stimulus yang diberikan akan mempengaruhi perceptual selection. Dalam proses stimulus yang diberikan juga terdapat faktor pribadi, kebutuhan konsumen, dan pengalaman masa lalu yang menjadi dasar diterima atau tidak informasi yang diberikan oleh produsen.
Untuk lebih memahami konsep pengolahan informasi dan persepsi kosumen, ada beberapa pertanyaan yang menambah pengetahuan  kita mengenai konsep tersebut.

1.Mengapa persepsi, motivasi, dan peyampaian pemasaran dari produsen dapat mempengaruhi konsumsi suatu produk?(Jawab) persepsi, motivasi dan penyampaian pemasaran dari produsen akan mempengaruhi proses membei, hal ini karena ketika konsumen menerima informasi dan informasi yang diterima menarik konsumen, sehingga timbul motivasi untuk membeli, dengan adanya motivasi tersebut konsumen semakin tergerak untuk membeli produk tersebut. namun ada faktor lain yang lebih mempengaruhi proses membeli produk yaitu persepsi dari konsumen, seringkali persepsi yang dimiliki konsumen lebih kuat pengaruhnya di bandingkan fakta nyata yang terjadi.  Namun ketiga faktor tersebut akan menjadi dasar konsumen dalam membeli barang, selain itu belakangan ini gaya hidup, pendapatan juga merupakan faktor yang tidak terlepas dari proses mengkonsumsi barang oleh konsumen.

2.Apa saja faktor yang meyebabkan stimulus yang diberikan produsen dapat tersampaikan dengan baik dan timbul pengaruh bagi konsumen?(Jawab) stimulus yang diberikan oleh produsen akan tersampaikan dengan baik dan menimbulkan pengaruh kepada konsumen ketika informasi iklan/pemasaran yang diberikan di buat sebagus mungkin denagn ukuran yang sesuai, warna yang mencolok, intensitas yang sesuai, kontras yang bagus, posisi, petunjuk, gerakan, kebauiran, isolasi, pemberi pesan yang menarik, dan perubahan ganbar yang cepat merupakan faktor mengapa stimulus yang diberikan dapat memberikan pengaruh kepada konsumen.

3.Kapan suatu produk yang dipasarkan akan menjadi informasi yang tersimpan dengan baik di memori konsumen? (Jawab) ketika produk yang dipasarkan menarik, waktu yang tepat, hal ini dapat mejadikan informasi yang di pasarkan oleh produsen tersimpan dengan baik, selain itu informasi yang disajikan dengan berulang-ulang juga akan mempengruhi informasi yang diberikan tersimpan di memori.

4.Bagaimana produsen dapat  mengatasi masalah persaingan produk dengan perusahaan lain? (analisis konsep produsen dalam meberikan informasi yang menarik kepada konsumen) (Jawab) persaingan yang terjadi antar produk adalah masalah yang biasa terjadi dalam pemasaran, beberapa tindakan yang dapat dilakukan oleh produsen untuk meningkatkan penjualan produk adalah dengan menambah jimlah volume produk, menurunkan harga, kemasan terbaru yang lebih menarik, dan iklan yang dikonsep dengan nuansa yang berbeda dan menarik perhatian dari konsumen.

5.Siapakah tokoh yang menggambarkan proses pengolahan informasi dan persepsi konsumen dari tahap stimulus hingga informasi tersebut  tersimpan dalam memori? (Jawab) william Mc Guire


semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan terbaru.

Senin, 19 September 2011

Kepribadian dan Gaya Hidup Masa Kini,Consumer Behavior Class. Tuesday Morning Departement Of Family And Consumer Sciences- College Of Human Ecology- Bogor Agricultural University. Lecture : Prof.DR.Ir Ujang Sumarwan, Msc.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, serta pengaruh globalisasi dunia yang dahsyat. Hal ini ternyata mempengaruhi pola gaya hidup seseorang. Terdapat 2 sisi yang harus dipahami dalam menanggapi perkembangan ini, yang pertama Gaya hidup,  gaya hidup seseorang ini merupakan faktor eksternal diri yang mudah berubah pada saat tertentu sesuai dengan kondisi/keadaan tertentu. Gaya hidup seseorang akan menyesuaikan dengan Kondisi perubahan zaman dengan berbagai kecanggihan dan modernisasi. Gaya hidup yang semakin tinggi tingkat pendapatan, maka tingkat kepuasan juga akan tinggi dan merubah gaya hidupnya menjadi lebih tinggi/mewah. Namun disamping itu, sisi yang kedua ini lebih penting yaitu internal diri kita “kepribadian” juga merupakan aksi dari karakter untuk menaggapi perkembanagn yang terjadi. Bedanya dengan gaya hidup, kepribadian ini relatife susah berubah karena sudah menjadi karakter.
Hasil diskusi Kelas Prilaku Konsumen, terkait Kepribadian, gaya hidup, dan tren masa kini yang tengah berkembang. Kelompok 3
Kepribadian seseorang terbagi kedalam 2 kategori yaitu, kepribadian positif dan kepribadian negatif.
5 kepribadian positif (Penyayang, disiplin, pemaaf, ramah, dan rajin), 5 kepribadian negatif (pelupa, ceroboh, cerewet, galau/ragu-ragu, egois). Gaya hidup masyarakat sekarang ini (hiburan : nonton film di bioskop, rekreasi, dan musik, Perilaku konsumtif pulsa, mabuk jejaring  sosial seperti Facebook, suka dengan makanan fast food, gaya berpakaian yang mengikuti artis atau budaya asing, dan olahrga), tren masyarakat sekarang adalah : kerudung dengan model ala artis, tren motor matic pada kalangan remaja, kesenian dalam grup boy band, teknologi : BB, Ipad, Behall(kawat gigi), tern bahasa ala artis (Alhamdulillah ya,,,,) tren bersepeda cinta lingkungan, dan tren jejaring sosial,twitter, facebook)


Personality and Lifestyle
Along with the development of the modern era and the development of increasingly sophisticated technology, as well as the devastating impact of globalization of the world. This turned out to affect the pattern of one's lifestyle. There are two sides that must be understood in response to these developments, the first lifestyle, lifestyle is anexternal factor of self are easily changed at any given time in accordance with the conditions / circumstances. Person's lifestyle will adjust to the changing times with different conditions of sophistication and modernization. Lifestyle that the higher the level of income, then the high satisfaction levels will also change his lifestyle andbecome more high / luxury. But besides that, the second side is more important internalourselves "personality" is also an action of a character to want to respondperkembanagn happened. The difference in lifestyle, personality relatife hard to changebecause it has become a character.
Class discussion of the results of Consumer Behaviour, Personality-related, lifestyle,and the current trend that was developing. group 3
One's personality is divided into two categories namely, positive personality andnegative personality.
5 positive personality (mercy, discipline, forgiving, friendly, and clever), 5 negativepersonality (forgetful, careless, talkative, confusion / doubt, self-centered). Lifestyles of people today (entertainment: the movies, recreation, and music, the pulse of consumerbehavior, drunken social networks like Facebook, like fast food, style of dress that follows the artist or foreign cultures, and olahrga), the trend of society today are: model-style hoods with artists, trends in teenage motor matic, artistic boy band group,technology: HP, Notebook, Behall (braces), tern-style language of the artist (yes Alhamdulillah,,,,) love cycling environmental trends, and trends of social networking,twitter, facebook)

Sabtu, 10 September 2011

Motivation and Needs of consumers to consume goods according to the theory Maslow.Consumer Behavior Class. Tuesday Morning, Department Of Family And Consumer Sciences, College of Human Ecology, Bogor Agricultural University. Lecture: Prof.DR.Ir Ujang Sumarwan, MSc.


Apakah ketika kita ingin membeli suatu barang atau menginginkan suatu barang tertentu, kita membutuhkan motivasi untuk mendapatkannya? Apa kaitannya  motivasi dengan keinginann kita untuk membeli atau mengonsumsi suatu barang? disini akan kita temukan jawabannya. Dan membahas secara rinci pertannyaan tersebut.
Motivasi merupakan faktor pendorong yang mendorong mereka untuk bertindak, faktor pendorong adalah hasil dari ketidaknyamanan yang muncul akibat adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi (Schiffman dan Kanuk, 2000). Motivasi tersebut muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Awalnya, ketika kita akan memutuskan untuk mengkonsumsi suatu barang,  maka pada saat itu muncul motivasi awal dalam diri untuk membeli barang tersebut. Motivasi yang dirasakan merupakan rangsangan untuk mengenal kebutuhan, contoh ; makan dan minum. kebutuhan yang dirasakan biasanya bersifat fisiologis (rasa lapar dan haus), lingkungan (aroma makanan, iklan, komunikasi pemasaran)  juga bisa terbagi kedalam primer, sekunder. Dalam setiap pemenuhan kebutuhan pasti ada tujuan yang  merupakan apa yang akan kita peroleh setelah kita memenuhi kebutuhan tersebut. dari sini dapat diketahui setiap akan melakukan aksi membeli pasti berawal dari motivasi/dorongan.
 Dalam memenuhi kebutuhan suatu barang, ada tingkatan tertentu seperti yang telah dikemukakan oleh Maslow. Menurut maslow tingkatan-tingkatan pada kebutuhan adalah tingkat pertama “kebutuhan berdasarkan aktualisasi diri(sukses, kuasa)”, tingkatan kedua “kebutuhan ego (status, percaya diri, harga diri)”, tingkat yang ketiga” kebutuhan sosial (dihormati, berteman, rasa menarik)”, pada tingkatan keempat “kebutuhan rasa aman dan keamanan (perlindungan, peraturan dan undang-undang)” , pada tingkatan yang terakhir “kebutuhan Fisiologi (makanan, air, udara, sex)”. Nah, sekarang kita sudah dapat memahami termasuk kategori mana  kebutuhan yang kita konsumsi. Selain itu kita juga dapat mengetahui strategi pemasarang yang dilakukan dipasaran, untuk mengetahuinya dapat dilihat dari slogan yang disampaikan contoh slogan yang saya dan teman saya buat saat belajar perilaku konsumen adalah : :Mau simple dan Elegant, pake  jeans aja. (slogan ini masuk kedalam kategori kebutuhan percaya diri), “RAMBO” jeans kualitas no 1 di dunia. (ini juga termasuk kedalam kategori kebutuhan percaya diri).