Total Tayangan Halaman

Rabu, 27 Juni 2012

Marhaban Yaa Ramadhan

Artikel Lepas

26/6/2012 | 06 Shaban 1433 H | Hits: 738
Oleh: Sukmahadi
Kirim Print
Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com - Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah: 183)
Marhaban… Marhaban… Marhaban Ya Ramadhan…! Kalimat inilah yang akan terucap pada lisan sebagian muslimin serta mukminin di seluruh dunia, karena seiring berjalannya waktu, detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan hingga tak terasa bulan yang ditunggu-tunggu, bulan yang penuh magfirah (ampunan) bulan yang sangat dirindukan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia yaitu “Bulan Suci Ramadhan” yang tak lama lagi akan tiba.
Oleh karena itu al-khatib mencoba menguraikan tentang bulan suci Ramadhan. sebenarnya hal-hal seperti ini sudah sangat ma’ruf di kalangan kita, namun apa salahnya jikalau kembali diasah melalui dalil-dalil naqli, agar menjelang masuknya bulan suci Ramadhan hati, mental, planning semuanya serba siap memasuki bulan yang penuh Rahmah, Maghfirah, Berkah (Kasih Sayang, Ampunan) dan lain sebagainya… Marhaban Ya Ramadhan.
Sucikan hati, siapkan diri, serta ikhlaskan hati dalam menyambut bulan suci ini. Saya kembali mengingatkan bahwa dalam berpuasa itu dari segi bahasa berarti Al-Imsak ataupun dengan arti menahan, kata yang tergarisbawahi tersebut sangat bermakna dan bermulti arti. Di mana Puasa seseorang individu harus menahan dari makan dan minum, menahan marah, menahan diri untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh sang Khaliq selama di bulan suci Ramadhan bahkan di luar Ramadhan. Jikalau ada individual yang di luar bulan suci Ramadhan hari-harinya penuh dengan maksiat maka memasuki bulan suci berhijrah ke jalan Allah menuju jalan kebahagiaan dunia dan akhirat, dengan demikian kita akan menemukan ketenangan jiwa, raga, ketenteraman, karena tujuan hidup sudah terarah.
Saudara-saudaraku, walaupun kita belum berpuasa namun tulisan ini akan lebih dulu menjumpai orang-orang yang akan berpuasa agar menjadi ma’rifah bagi seluruh umat mukmin. Ketahuilah bahwa dalam berpuasa, hendaknya mensucikan hati dari segala aib, sucikan jiwa dari segala noda, dan bersihkan tubuh dari segala kotoran. Berlepas dirilah kepada Allah dari musuh-musuh-Nya, tuluskan hati dalam mencintai-Nya, berpuasalah dari segala larangan-Nya dalam kesunyian dan terang-terangan, takutlah kepada Allah dengan yang sebenarnya dalam kesunyian dan terang-terangan, serahkan diri kepada Allah pada hari-hari puasa, kosongkan hati untuk-Nya, dan bagilah dirimu untuk-Nya dalam menjalankan perintah-Nya dan berdoalah pada-Nya. Jika telah menjalankan semua itu, maka kita adalah orang yang berpuasa karena-Nya alias Ikhlas karena Allah SWT tak ada niat yang lain. Perlu saudara-saudaraku ketahui bahwa bulan suci Ramadhan merupakan bulan, Allah SWT melipat gandakan amal (Pahala) kebaikan se seorang.
Berbahagialah bagi kaum muslimin yang akan memasuki/menyambut bulan suci Ramadhan yang dikhususkan untuk umat habibullah Muhammad SAW. Sebab di bulan ini seorang individual mukmin mendapatkan waktu yang tepat khusyu’ beribadah Kepada-NYA dibarengi dengan puasa yang ikhlas seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW:
Dari Abu Hurairah berkata:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
“Barangsiapa yang puasa karena iman dan berharap pahala dan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.
Pada bulan yang paling indah ini yang sangat besar ganjarannya di sisi Allah dan berlimpah; karena itulah hendaknya setiap muslim bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu yang agung ini dan menerimanya dengan taubat yang nusuh (sebenarnya) dan niat yang benar untuk ketaatan, dan keinginan yang kuat, himmah aliyah (semangat yang bergelora) untuk melanjutkan ketaatan hingga akhir Ramadhan; sehingga menjadi orang yang ditulis oleh Allah terbebas dari api neraka, dan perbanyaklah di dalamnya amalan-amalan kebaikan.
My Brothers fil Islam… Bulan suci Ramadhan di mana orang-orang muslim menjalankan ibadah puasa yang mengandung beberapa makna, nilai sekaligus melatih individual muslim dalam beberapa hal di antaranya poin yang paling penting adalah:
Kesabaran: Puasa terdapat di dalamnya nilai kesabaran dan penuh jiwa pejuang adalah yang mampu mengemban rasa haus, lapar dan hawa nafsu, menerima dengan riang gembira akan rasa letih, sederhana dan kerasnya hidup, selama hal tersebut berada di jalan Allah.
Sehubungan dengan turunnya Rahmat Allah SWT di bulan suci Ramadhan hendaknya orang mukmin senantiasa memperbaiki silaturahim, sebarkan kasih sayang hindari sifat dengki dan penyakit-penyakit hati lain lainnya, dengan demikian rahmat Allah akan datang dengan mudah.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَ
مُونَ
“Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara, karena itu perbaikilah hubungan dua saudara di antara kalian dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian diberikan rahmat”. (QS. Al-Hujurat: 10)
Hikmah Menahan Lapar: Dalam menjalankan ibadah puasa tentunya rasa lapar haus dahaga sehingga dapat menimbulkan pemikiran bahwa dunia yang sangat lebar ini tentunya ada saudara-saudara kita yang merasakan hal ini di luar bulan suci Ramadhan sehingga seorang mukmin hatinya akan terketuk untuk bersikap dermawan.
Bulan Suci Ramadhan… rasanya rindu akan terobati dengan kehadiran bulan suci Ramadhan yang hanya hadir sekali dalam setahun oleh karena itu kembali al-khatib mengingatkan ”Manfaatkanlah momen Bulan Suci Ramadhan Untuk Beribadah dengan Khusyu” sebab Ramadhan yang akan datang berikutnya belum tentu jasad ini akan menikmatinya. Semua ketukan jari ini merupakan ketukan jari seorang manusia biasa bukan manusia maksum dengan ini saya katakan Wallahu a’lam Bishowab. Syukran…

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21287/marhaban-yaa-ramadhan/#ixzz1yyi3qnNV

OPEN HOUSE 2012


PDF Print E-mail
Written by Muhammad Habibullah   
Open House, Be-New Family, Campus TourMahasiswa baru merupakan salah satu agen peubah dan penggerak dalam struktur pembangunan nasional di Indonesia. Mereka merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Keberadaan perguruan tinggi, termasuk di dalamnya Institut Pertanian Bogor, yang menjadi tempat pengembangan segala potensi dan kualitas diri mahasiswa, diharapkan selalu melaksanakan perbaikan-perbaikan kualitas dan mutu pendidikannya, sehingga dapat menghasilkan putra-putri terbaik bangsa yang dapat memberikan peran besar bagi pembangunan Indonesia di masa yang akan datang.
Begitu pun halnya dengan adanya Asrama TPB IPB di ruang lingkup kampus IPB. Asrama sebagai bagian dari struktur pendidikan di IPB, memiliki tugas besar dalam hal pembinaan bagi mahasiswa baru. Pembinaan yang dilakukan di Asrama TPB, meliputi pembinaan akademik dan multibudaya, memiliki peran strategis dalam keberhasilan tujuan pendidikan di IPB.
Untuk memperkenalkan Asrama TPB IPB secara luas kepada mahasiswa baru dan masyarakat pada umumnya, perlu adanya kegiatan penyambutan yang pada tahun 2012 menyambut mahasiswa baru angkatan 49. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan mahasiswa baru dapat memperoleh informasi dan bekal yang cukup sebelum mengikuti pendidikan di IPB.

TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan ini bertujuan untuk
  1. Menyambut mahasiswa baru IPB angkatan 49 periode  2012 - 2013
  2. Memberikan informasi keasramaan kepada mahasiswa baru IPB yang akan masuk Asrama TPB IPB
  3. Memperkenalkan Asrama TPB IPB kepada mahasiswa baru dan orang tua mahasiswa serta masyarakat luar yang ingin mengetahui kondisi Asrama TPB IPB
  4. Melakukan pendataan terhadap mahasiswa baru IPB
  5. Memberi bekal keteladanan bagi mahasiswa baru IPB.

BENTUK KEGIATAN
Kegiatan penyambutan akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penyambutan untuk mahasiswa jalur SNMPTN Undangan yang dilaksanakan pada 27 Juni - 6 Juli 2012. Tahap kedua, penyambutan untuk mahasiswa jalur SNMPTN Test, UTM dan BUD yang dilaksanakan pada tanggal 27 - 28 Agustus 2012. Setiap tahapan penyambutan tersebut terdiri dari beberapa kegiatan yaitu Open House Asrama TPB IPB, Be New Family, Welcome Party, Mahasiswa Cinta Perpustakaan dan Jelajah Kampus.

A. Open House
Kegiatan ini berupa kegiatan pengenalan Asrama TPB IPB, opening ceremony dan registrasi mahasiswa di masing-masing gedung, baik di asrama putra maupun asrama putri TPB IPB.

B. Be New Family
Kegiatan ini berupa kegiatan perkenalan mahasiswa baru di lorong dan gedung mereka masing-masing, social gathering asrama dan apel pagi. Kegiatan ini dilakukan di asrama putra dan asrama putri.

C. Welcome Party
Kegiatan ini berupa kegiatan penyambutan oleh Badan Pengelola Asrama TPB IPB. Kegiatan ini dilaksanakan di GWW. Pada kegiatan tersebut hadir pimpinan IPB.

D. Mahasiswa Cinta Perpustakaan (MCP)
Kegiatan ini berupa kegiatan pengenalan perpustakaan dan penjelasan tentang sistem keanggotaan perpustakaan, tata tertib, mekanisme peminjaman dan penjelasan pengggunaan fasilitas LSI lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di perpustakaan pusat LSI.

E. Jelajah Kampus
Kegiatan ini berupa kegiatan kunjungan ke ruang-ruang kuliah dan fasilitas-fasilitas IPB (rektorat, perpustakaan, kantor TPB, dan lain-lain). Kegiatan dilaksanakan di dalam kampus IPB Dramaga Bogor dengan tujuan untuk menunjukan letak ruang kuliah sebelum Mahasiswa Baru memulai perkuliahannya.

F. Waktu Kegiatan
Jadwal Penting Mahasiswa Baru Angkatan 49 (masuk tahun 2012)
Di Asrama Tingkat Persiapan Bersama – IPB

Tanggal
Waktu
Jadwal Kegiatan
Tempat
Keterangan
27 Juni 12
08.00-16.00
Check In Asrama TPB untuk Mahasiswa Baru Daerah Luar Jabodetabek
Asrama TPB
Untuk jalur masuk SNMPTN Undangan
28 Juni 12
08.00-16.00
Check In Asrama TPB untuk Mahasiswa Baru Daerah Jabodetabek
Asrama TPB
Untuk jalur masuk SNMPTN Undangan
28 Juni – 6 Juli 12
Malam hari
Be New Family
Asrama TPB
Kegiatan Wajib Asrama
29 Juni – 1 Juli 12
Pagi dan Sore hari
Jelajah Kampus
Lingkungan Kampus IPB Dramaga
Kegiatan Wajib Asrama
2 Juli – 11 Agust 12
Siang hari
Matrikulasi Mahasiswa Baru 49
Ruang Kuliah IPB Dramaga

2-7 Juli 12
Siang hari
Mahasiswa Cinta Perpustakaan
Perpustakaan Pusat IPB – LSI
Kegiatan Wajib Asrama koordinasi dengan Pengelola Perpustakaan IPB
9-22 Juli 12
-
Tarhib Ramadhan
Asrama TPB

23-30 Juli
-
Perlombaan Ramadhan
Asrama TPB

31 Juli 12
Siang hari
Bakti Sosial
Di Desa Sekitar Kampus IPB Dramaga

12–27 Agust 12
-
Libur Idhul Fitri
Di rumah masing-masing

27 Agust 12
08.00-16.00
Check In Asrama TPB untuk Mahasiswa Baru Daerah Luar Jabodetabek
Asrama TPB
Untuk jalur masuk SNMPTN Tulis, UTMI, dan BUD
28 Agust 12
08.00-16.00
Check In Asrama TPB untuk Mahasiswa Baru Daerah Jabodetabek
Asrama TPB
Untuk jalur masuk SNMPTN Tulis, UTMI, dan BUD
29 Agust 12
Siang hari
Pra-MPKMB
Lingkungan Kampus IPB Dramaga
Kegiatan Wajib dari IPB
30 Agust – 1 Sept 12
Siang hari
Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru – MPKMB
Graha Widya Wisuda (GWW)
Kegiatan Wajib dari IPB
3 Sept 12
Siang hari
Awal Kuliah Semester 1
Ruang Kuliah IPB Dramaga

9 Sept 12
07.00–12.00
Welcome Party
GWW
Kegiatan Wajib Asrama
* Jadwal masih bisa berubah. Perubahan akan diberitahukan kembali melalui Web Asrama TPB

Terimakasih dan selamat bergabung di keluarga besar Asrama TPB IPB.
Sukses selalu...
Badan Pengelola Asrama

Agar Jeruk Kecut tak Terbuang Percuma

19/6/2012 | 29 Rajab 1433 H Please wait
Oleh: Inayatullah Hasyim
Kirim Print
Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com – “Hidup ini kejam”, kata politisi. “Hidup ini keras”, nasihat seorang guru. “Hidup ini pahit”, kata pedagang sayur. “Pahitnya bahkan melebihi buah pare!” Itulah kenyataan yang sering kita hadapi dalam keseharian kita tiap hari. Tagihan listrik, air, telepon, iuran RT, anak-anak sekolah dan berbagai tagihan lainnya bikin kita senewen sepanjang bulan. Walau demikian, tak usah cemberut. Tetaplah tersenyum menghadapinya agar pasangan hidup Anda saat melihat Anda tidak seperti melihat tagihan listrik!
Saudaraku, para mahasiswa dan pasangan muda yang baru menikah, nikmatilah hidup di kontrakan. Percayalah, di dunia ini semua manusia mengontrak. Hanya tenggat waktu “kontrakan” saja yang berbeda. Beruntunglah kalian sebab diingatkan oleh ibu kost tiap bulan agar senantiasa terjaga bahwa pasti ada akhir dari setiap kontrakan.
Saudaraku, para bapak dan ibu yang telah nyaman di rumah sendiri, bayarlah pajak rumahmu. (Ini bukan iklan pajak!). Saya hanya ingin kita semua tersadar, tak ada makan siang yang gratis. Semua harus bayar. Kita mengira telah memiliki rumah seutuhnya, padahal tidak! Saat membangun, Anda mengajukan izin ke lurah dan camat – padahal di atas hak tanah kalian. Setelah bangunan selesai dan ditempati, kita membayar pajak setiap tahun ke negara. Tak pernah Anda betul-betul memiliki sebidang tanah dengan rumah di atasnya. Hakikatnya Anda hanya mengontrak. Hanya saja Anda tak ditagih ibu kost dengan wajah cemberut yang memakai daster lusuh dan gulungan rambut yang belum sempat dibuka!
Nasi menjadi bubur
Pedagang yang cerdas melihat keruwetan jadi peluang. Ia melihat setiap kerugian sebagai titik awal mencapai keuntungan. Sementara, pedagang yang malas hanya menanti hari mujur, padahal tiap hari adalah hari mujur. Seringkali kita saat menerima musibah, menjadikannya titik awal untuk mendapat musibah kedua yang kita ciptakan sendiri. Bukankah Imam Ahmad bin Hambal menghabiskan separuh hidupnya di penjara, tetapi dari itu, ia menjadi seorang alim yang disegani di kalangan ahlus sunnah. Bukankah Imam Ibn Taimiyah mendekam di tempat yang sama dan saat bebas dari sana, menjadi guru besar yang menulis ratusan buku utama dalam agama. Bukankah Ibnu Batutah, petualang Islam abad pertengahan, terdampar di sebuah pulau akibat perahunya karam. Ia tak pesimis, tetapi sebaliknya, Ibn Batutah berhasil menjadikan pulau itu sebuah negara. Itulah Maldives, negara sejuta cinta — maladewa, satu-satunya negara di dunia ini yang mencantumkan dalam konstitusinya, setiap warga negara Maldives wajib beragama Islam.
Kita sering pesimis ketika melihat sesuatu telah terlanjur terjadi. Padahal, tak ada yang percuma. Lihatlah para tukang bubur ayam itu. Mereka berhasil keluar dari ungkapan “nasi telah menjadi bubur”. Sebab mereka menjadikan yang terlanjur itu lebih enak yaitu bubur ayam. Lebih enak dari sekadar nasi, apalagi ditambah emping dan kerupuk di atasnya.
Bukankah ada kisah akan dua orang yang melihat isi sebuah gelas. Ucapan masing-masing berbeda. Andi berkata, “Gelas itu setengah kosong.” Anto berkata, “Gelas itu setengah penuh.” Pernyataan awal bersifat pesimis, sementara pernyataan kedua penuh optimisme. Karena itu, jika rezeki yang Anda dapat hari ini hanya sekantong jeruk yang kecut, jangan dibuang. Peras dan tambahkanlah gula, lalu campur dengan es batu dan hidangkan saat panas menyengat. Jeruk asam itu menjadi sangat nikmat.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾
“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13)
Be yourself, and do not be others
Saudaraku, sering kali kita berusaha tampil bukan sebagai diri kita. Sehingga, yang terjadi adalah kelucuan yang tak sepatutnya. Oleh karena baru saja melihat teman memakai baju warna biru, Anda pun membeli warna yang sama. Padahal, warna kulit dia putih sehingga saat Anda melihatnya tadi pagi, pakaian itu serasi sekali dengan kulit tubuhnya. Anda? Bukankah kulit Anda sawo matang kejemur? Jadilah diri sendiri tanpa perlu menjadi orang lain. “Aku adalah aku”, kata Chairil Anwar.  Ibn Mas’ud berkata, “اغد عالما او متعلماولا تكون امعة  ” (Esok aku akan jadi seorang yang alim, atau pembelajar. Janganlah menjadi seorang yang hanya terpukau).
Nikmatilah ketentuan Allah atas kita untuk kita optimalkan sesuai kemampuan yang kita miliki. Dengan itu, kita akan menjadi pribadi yang sempurna! Tidak semua pemain drum-band itu harus jadi mayoret. Memang mayoret adalah pusat perhatian. Cantik, lincah dan dapat bergerak ke berbagai arah. Tetapi sebagian lainnya harus memukul drum, sebagian lain meniup terompet, bahkan ada yang hanya membawa kecrek. Dengan demikian, irama drum-band jadi padu, menarik, mengalir dan satu. Tak akan tertukar rezeki dan ketentuan Allah pada kita.
Demikian halnya ketika Nabi Musa diperintahkan untuk memukul batu, agar mengalir darinya air. Para kaum meminum dari dua belas mata air yang berbeda. Mereka sadar, setiap diri mereka adalah ketentuan Allah:
وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِب بِّعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِن رِّزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ ﴿٦٠﴾
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” (QS Al-Baqarah: 60)
Mari mengisi setiap waktu luang
Saudaraku, waktu luang seringkali melenakan kita. Padahal, Rasulullah mengingatkan, dua hal yang manusia sering lengah: sehat dan waktu luang. Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala menulis sebuah syair: 
إني رايت وقوف الماء يفسده () إن سال طاب وإن لم يجري لم يطب 
Aku melihat air yang berhenti, merusak dirinya sendiri (*) Jika mengalir ia niscaya bersih, dan jika tak mengalir, air itu tak lagi mensucikan (kepada yang lain).
Energi yang kita miliki dan tak digunakan untuk apa-apa, sungguh sangat merugikan. Setiap waktu adalah momentum dalam hidup ini. Jika Anda punya waktu luang, bekerjalah.
Hadapilah hidup apa adanya.
Sesungguhnya, hidup ini menjadi mudah, jika kita menghadapinya apa adanya. Jika kita pergi ke kondangan, sesungguhnya tak ada yang meminta kita untuk memakai baju atasan merah muda, bawahan merah tua, sepatu merah marun dan tas merah hati. Kita memaksakan diri melakukan demikian agar terlihat serasi dan matching. Padahal esensi kondangan adalah memenuhi jemputan shohibul bait. Rasulullah SAW mengingatkan, hak mukmin satu dengan lainnya ada enam. Salah satunya, jika diundang, datanglah. Kondangan telah berubah dari ajang silaturahim menjadi fashion show.
Tabiat dunia itu penuh jebakan, dan kepuasan yang kita dapatkan darinya tak lebih dari sesaat. Lihatlah bagaimana kita memaksakan diri membeli gadget terbaru, padahal barang lama masih sangat bagus. Tahu apa sebabnya? Kita merasa cepat bosan. Bukankah setiap kali kita membeli hand-phone baru, dua tiga hari kemudian kita segera merasa jenuh. Padahal, untuk membeli hp itu, kita perlu menabung berbulan-bulan. Begitu seterusnya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata,
 ‏ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها إلا ذكر الله
Bukankah dunia itu terlaknat, terlaknat pula jika (mengejarnya) kecuali dengan berdzikir kepada Allah swt.
Shalat dan berdoalah
Jika semua sudah kita lakukan, tapi kok masih saja ada yang mengganjal, bikin uring-uringan, bergegaslah ambil air wudhu dan dirikanlah shalat. Rasulullah SAW acap meminta Bilal dengan berkata, أرحنا يابلال بالصلاة  . Segarkan kami wahai Bilal (dengan kau kumandangkan) shalat.
Shalat adalah ibadah yang sangat eksotis. Kita bersimpuh di hadapan pemilik semua sandiwara kehidupan dunia ini dengan meletakkan kening di altar sajadah. Tanah yang padanya kita letakkan kening itu telah membuat seluruh persoalan dunia yang kita hadapi seakan ikut ditelan bumi. Kita menjadi segar, fresh dan seratus persen kembali. Shalat, kata pepatah bijak Arab, adalah mi’raj seorang mukmin. Mi’raj? Apa maksudnya?
Kita tahu, mi’raj adalah perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW ke shidratul muntaha, tempat akhir dari segala yang akhir. Perjalanan spiritual seperti itu membutuhkan energi yang cukup, bekal yang banyak dan stamina yang tak terbantahkan. Maka, bagi seorang mukmin, shalat menjadi kekuatan energinya dalam bermi’raj kepada Allah SWT, Dzat yang Maha Memutar-balikkan  hati manusia.
Shalat dan doa menjadi alat komunikasi kita secara vertical kepada Allah SWT. Kita tak perlu Wi-Fi untuk terkoneksi. Cukup ambil air wudhu dan tunaikan shalatmu. Buat apa punya gelar banyak tetapi tak pernah gelar sajadah. Shalatlah, karena itu amalan para Nabi saat mereka taqarrub kepada Allah SWT.
Demikian, renungan singkat ini. Semoga bermanfaat. Salam hormat.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/06/21141/agar-jeruk-kecut-tak-terbuang-percuma/#ixzz1yygguZdg

Muhammad Mursi dari Penjara ke Istana

Oleh Abu Ghozzah - Rab Jun 27, 6:33 am


Presiden Mesir 2012-2017
al-ikhwan.net -Kompas, Revolusi Mesir, 25 Januari 2011, sungguh mengubah nasib seorang pria sederhana, Muhammad Mursi. Komisi Pemilihan Umum, Minggu (24/6), menetapkannya sebagai presiden pertama Mesir pasca-revolusi. Padahal, awal tahun lalu, tepatnya 28 Januari 2011, Mursi masih menjadi tahanan yang mendekam di sebuah penjara di dekat kota Kairo.
Rangkaian peristiwa yang dialami selama 17 bulan itu, bagi Mursi, mungkin ibarat mimpi yang sama sekali tidak terbayangkan sebelumnya. Dari seorang tahanan, melompat menjadi presiden. Dari penghuni sebuah sel tahanan di penjara, kini ia berhak menghuni istana presiden yang tersebar di beberapa kota di Mesir.
Jalan menuju istana presiden pun, bagi Mursi, seperti hanya kebetulan saja. Dia memang tidak dipersiapkan oleh Ikhwanul Muslimin (IM), organisasi tempat Mursi mengabdi hampir sepanjang hidupnya.
IM tiba-tiba menunjuk Mursi sebagai kandidat presiden cadangan setelah kandidat resmi IM, Khairat al Shatir. IM saat itu berdalih, Mursi dijadikan cadangan karena khawatir Khairat al Shatir mendapat hambatan hukum dalam proses pencalonan presiden. Kekhawatiran IM itu menjadi kenyataan. Al Shatir didiskualifikasi KPU, dan Mursi pun menjadi kandidat resmi dari IM.
Sebagai pemain cadangan, Mursi tak luput dari kritikan pedas atau ledekan dari berbagai pihak, terutama melalui jejaring sosial. Lawan-lawan politiknya menyebut, pencalonan Mursi menunjukkan bahwa IM ambisius untuk menguasai semua lini kekuasaan di Mesir—mulai legislatif, yudikatif, hingga eksekutif—dengan memaksakan mengajukan calon dari dalam organisasi, tanpa melihat lagi kualitas sang calon itu.
Namun, Mursi menolak tudingan hanya menjadi kandidat cadangan. Menurut Mursi, pengajuan dirinya sebagai calon presiden menunjukkan bahwa terjadi dinamika yang tinggi dalam organisasi IM. IM bukanlah organisasi yang tergantung pada sosok seorang tokoh, tetapi institusi dengan mesin organisasi yang mapan.
IM mengklaim mengusung proyek kebangkitan nasional dalam semua bidang, untuk membawa Mesir lebih maju di masa mendatang. Sosok Mursi diunggulkan sebagai tokoh representatif untuk mengusung proyek tersebut. Dia dijagokan sebagai tokoh yang bisa mewujudkan impian rakyat Mesir, yakni membawa Mesir ke pelabuhan aman.
Anak petani
Muhammad Mursi lahir pada 20 Agustus 1951 di Desa Al Adawa, Provinsi Al Syarqiya, Mesir bagian timur, dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya hanyalah seorang petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.
Mursi mendapat gelar insinyur dari Universitas Kairo dengan nilai istimewa pada tahun 1975. Kemudian dia meraih gelar master di bidang teknik dari universitas yang sama. Pendidikan doktor ditempuhnya di University of Southern California, yang diselesaikannya pada tahun 1982.
Mursi kemudian menjadi asisten profesor pada California State University di Northridge, California, antara tahun 1982 dan 1985. Pada masa itu pula, Mursi sempat bekerja di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Setelah itu, Mursi pulang ke Mesir dan menjadi dosen teknik pada Universitas Zagaziq hingga tahun 2010. Di universitas tersebut, Mursi meraih gelar profesor.
Ayah lima anak ini pernah menjalani wajib militer (1975-1976) sebagai pasukan dengan spesialisasi perang kimia pada divisi II infanteri. Dari istrinya, Nagla Ali, Mursi dikaruniai lima anak dan tiga cucu. Dua putranya, Ahmed dan Osama, sempat ditangkap saat revolusi tahun lalu. Ahmed, putra sulung Mursi, juga pernah ditahan sebanyak tiga kali antara tahun 2000 dan 2005 meskipun Mursi saat itu menjadi anggota parlemen.
Mursi merasa sejalan dengan pemikiran IM pada tahun 1977 dan bergabung secara resmi sebagai anggota IM pada 1979. Kariernya yang cemerlang benar-benar dimulai dari bawah. Diawali dengan menjadi aktivis di kantor cabang IM di kota Zagaziq, Provinsi Syarqiya, hingga menjadi penanggung jawab kantor IM di tingkat provinsi.
Ia lalu menjadi anggota divisi politik IM sejak didirikannya divisi tersebut tahun 1992. Mursi kemudian dipromosikan menjadi anggota Al Irsyad IM, yang merupakan institusi tertinggi dalam struktur lembaga IM.
Mursi juga sempat mencicipi kursi anggota parlemen pada 2000-2005, dan menjabat sebagai pemimpin fraksi IM. Ia kemudian turut andil membentuk Front Nasional untuk Perubahan pada tahun 2004. Front tersebut menjadi salah satu kekuatan oposisi yang berseberangan dengan rezim Presiden Hosni Mubarak.
Mursi juga berperan dalam pembentukan Lembaga Nasional untuk Perubahan yang dipimpin mantan direktur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Mohamed el Baradei, tahun 2010. Setahun kemudian, dia turut serta mendirikan Koalisi Demokrasi untuk Mesir. Koalisi itu menghimpun 40 partai dan kekuatan politik dengan berbagai latar belakang ideologi, mulai dari Islamis, liberal hingga sosialis.
Pada masa kekuasaan Mubarak, gerak-gerik Mursi dipantau dan dibatasi sedemikian rupa, bahkan menyebabkannya masuk dalam tahanan. Penjara pun menjadi tempat yang tak asing baginya. Contohnya setahun setelah gagal mempertahankan kursi parlemen tahun 2005—kalah dalam pemilu putaran kedua dari kandidat Partai Nasional Demokrat (NDP) yang berkuasa—Mursi pun masuk penjara.
Mursi ditangkap di depan gedung pengadilan kota Kairo ketika ikut berunjuk rasa. Demonstran memprotes dinonaktifkannya dua hakim, yaitu Mahmud Miki dan Hisyam al Bastawisi, karena dua hakim itu menolak aksi manipulasi pada pemilu parlemen tahun 2005.
Saat itu Mursi ditangkap bersama 500 aktivis IM lainnya. Setelah mendekam di penjara selama tujuh bulan, Mursi dibebaskan, tetapi dikenai tahanan rumah.
Mursi kemudian ditangkap lagi pada 28 Januari 2011 bersama 34 pemimpin IM lainnya. Penangkapan itu dilakukan untuk mencegah Mursi dan teman-temannya dari IM ikut serta dalam unjuk rasa yang digalang pemuda, yang akhirnya dapat menggulingkan rezim Mubarak pada 11 Februari 2011.
Namun, Mursi hanya dua hari dalam tahanan. Warga berhasil membebaskannya dari penjara ketika polisi dan aparat keamanan menarik diri dari penjara dan kantor polisi.
Dua bulan kemudian, dewan Syura IM menunjuk Mursi sebagai ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang dibentuk IM. FJP adalah sayap politik IM. Setelah ditunjuk sebagai ketua FJP, Mursi mundur dari keanggotaan Al Irsyad IM, tetapi tetap sebagai anggota Dewan Syura yang beranggotakan 110 pemimpin IM.
Selama lebih dari setahun, Mursi sukses memimpin FJP untuk meraih suara mayoritas—47 persen—pada pemilu parlemen akhir tahun lalu dan awal tahun ini.
Setelah menjadi orang nomor satu di Mesir, Mursi mengundurkan diri dari jabatan ketua FJP untuk beralih menjadi pemimpin untuk semua rakyat Mesir, bukan golongan atau kelompok tertentu.
Mursi dalam pidato politiknya sebagai presiden Mesir, Minggu malam lalu, dinilai banyak orang cukup gemilang karena mampu menunjukkan sebagai negarawan. Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai presiden untuk semua rakyat Mesir tanpa kecuali dan akan menjamin semua hak rakyat Mesir, khususnya kaum wanita dan kelompok minoritas Kristen Koptik.
http://internasional.kompas.com/read/2012/06/26/03223338/Dari.Penjara.ke.Istana

Istri Presiden Mesir: Saya Bukan Ibu Negara

Oleh Abu Ghozzah - Sen Jun 25, 4:36 pm

Ummu Ahmad, Istri Presiden Mesir
Ummu Ahmad, Istri Presiden Mesir
al-ikhwan.net – Kairo, Bunda Najla’ Mahmud, Istri Presiden Mesir, Dr. Muhammad Mursi menolak dengan tegas sebutan “Ibu Negara”.
Beliau menyatakan tidak ada istilah “Ibu Negara”, yang ada justeru Pelayan Terdepan Mesir, karena kita semua adalah warga negara yang sama; kita mempunyai hak-hak sebagaimana juga kita memiliki kewajiban-kewajiban.
Dalam pernyataan yang disampaikan hari Senin, 25 Juni 2012, beliau mengungkapkan bahwa sebutan dirinya adalah “Ummu Ahmad” atau Al-Ukh Najla’ atau Hajjah”. Karena dalam Islam tidak membedakan antara satu orang dengan lainnya. Kita semua adalah satu, untuk kemajuan negeri tercinta.
Kunjungan perdana istri presiden Mesir pasca pengumuman KPU atas kemenangan Dr. Mursi adalah ke kediaman bunda Mahmud Sulaiman, seorang yang gugur sebagai syahid dalam peristiwa revolusi 25 Januari.