Total Tayangan Halaman

Sabtu, 10 September 2011

Motivation and Needs of consumers to consume goods according to the theory Maslow.Consumer Behavior Class. Tuesday Morning, Department Of Family And Consumer Sciences, College of Human Ecology, Bogor Agricultural University. Lecture: Prof.DR.Ir Ujang Sumarwan, MSc.


Apakah ketika kita ingin membeli suatu barang atau menginginkan suatu barang tertentu, kita membutuhkan motivasi untuk mendapatkannya? Apa kaitannya  motivasi dengan keinginann kita untuk membeli atau mengonsumsi suatu barang? disini akan kita temukan jawabannya. Dan membahas secara rinci pertannyaan tersebut.
Motivasi merupakan faktor pendorong yang mendorong mereka untuk bertindak, faktor pendorong adalah hasil dari ketidaknyamanan yang muncul akibat adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi (Schiffman dan Kanuk, 2000). Motivasi tersebut muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Awalnya, ketika kita akan memutuskan untuk mengkonsumsi suatu barang,  maka pada saat itu muncul motivasi awal dalam diri untuk membeli barang tersebut. Motivasi yang dirasakan merupakan rangsangan untuk mengenal kebutuhan, contoh ; makan dan minum. kebutuhan yang dirasakan biasanya bersifat fisiologis (rasa lapar dan haus), lingkungan (aroma makanan, iklan, komunikasi pemasaran)  juga bisa terbagi kedalam primer, sekunder. Dalam setiap pemenuhan kebutuhan pasti ada tujuan yang  merupakan apa yang akan kita peroleh setelah kita memenuhi kebutuhan tersebut. dari sini dapat diketahui setiap akan melakukan aksi membeli pasti berawal dari motivasi/dorongan.
 Dalam memenuhi kebutuhan suatu barang, ada tingkatan tertentu seperti yang telah dikemukakan oleh Maslow. Menurut maslow tingkatan-tingkatan pada kebutuhan adalah tingkat pertama “kebutuhan berdasarkan aktualisasi diri(sukses, kuasa)”, tingkatan kedua “kebutuhan ego (status, percaya diri, harga diri)”, tingkat yang ketiga” kebutuhan sosial (dihormati, berteman, rasa menarik)”, pada tingkatan keempat “kebutuhan rasa aman dan keamanan (perlindungan, peraturan dan undang-undang)” , pada tingkatan yang terakhir “kebutuhan Fisiologi (makanan, air, udara, sex)”. Nah, sekarang kita sudah dapat memahami termasuk kategori mana  kebutuhan yang kita konsumsi. Selain itu kita juga dapat mengetahui strategi pemasarang yang dilakukan dipasaran, untuk mengetahuinya dapat dilihat dari slogan yang disampaikan contoh slogan yang saya dan teman saya buat saat belajar perilaku konsumen adalah : :Mau simple dan Elegant, pake  jeans aja. (slogan ini masuk kedalam kategori kebutuhan percaya diri), “RAMBO” jeans kualitas no 1 di dunia. (ini juga termasuk kedalam kategori kebutuhan percaya diri).